3 Faktor Penyebab Meningkatnya Harga Bahan Pokok di Pasaran

Seakan sudah menjadi tradisi, menjelang lebaran harga-harga barang pokok perlahan merangkak naik. Kenaikannya beragam, mulai dari hanya beberapa ribu hingga yang berkali-kali lipat seperti harga daging atau telur. Yang lebih mengherankan adalah butuh waktu lama untuk harga-harga tersebut kembali stabil.

Tentu kejadian seperti ini akan selalu saja membuat para konsumen kewalahan setiap kali menghadapi hari raya. Hal seperti ini terjadi bukan tanpa alasan, kenaikan harga bahan pokok ini dipengaruhi oleh tingkat permintaan masyarakat yang melonjak secara signifikan.

Ini kemudian dijadikan kesempatan oleh para pedagang bahan-bahan pokok untuk menaikan harga untuk mendapat keuntungan yang lebih besar. Harga akan kembali stabil seiring dengan turunnya permintaan masyarakat terhadap bahan-bahan tersebut.

kenaikan harga bahan pokok

Lalu, hal apa saja yang membuat permintaan pasar meningkat sehingga membuat harga bahan pokok melonjak? Simak penjelasannya berikut ini.

  1. Peningkatan Jumlah Penduduk

Di musim lebaran, masyarakat Indonesia juga melakukan tradisi mudik. Ini menyebabkan beberapa daerah mengalami peningkatan penduduk secara instan meskipun hanya untuk sementara. Peningkatan jumlah penduduk ini juga akan mempengaruhi tingkat permintaan pasar terhadap bahan-bahan pokok.

  1. Kebutuhan Bahan Pangan di Tempat Umum

Ternyata tradisi bukber atau buka bersama juga sedikitnya berpengaruh terhadap harga bahan pokok di pasar. Tempat-tempat seperti restoran dan kafe kebanjiran pelanggan setiap kali menghadapi bulan Ramadhan, karenanya pihak resto dan kafe harus membeli lebih banyak bahan makanan untuk disajikan. Selain itu tempat-tempat peribadatan terutama mesjid juga sering mengadakan buka puasa gratis.

  1. Pasar Ramadhan

Ini juga salah satu tradisi yang hanya hadir di bulan Ramadhan. Jalan-jalan kota selalu dipenuhi oleh para pedagang musiman yang mencoba untuk mencari peruntungan dengan menjajakan makanan dan minuman untuk buka puasa. Pedagang-pedagang instan ini juga salah satu pihak yang bertanggung jawab atas meningkatnya permintaan bahan pokok di pasaran.

Itu tadi 3 hal yang menjadi faktor penyebab meningkatnya permintaan pasar terhadap barang-barang pokok di pasar. Meski begitu, peningkatan harga seperti ini hanya bersifat sementara dan akan kembali stabil dalam jangka waktu tertentu.

Mengupas Sisi Positif dan Negatif Perjudian

Judi bola ataupun judi online itu sendiri sebetulnya bukan sesuatu yang buruk. Sebagian orang berjudi hanya untuk bersenang-senang, sebagian lain melakukannya dengan serius untuk mendapat keuntungan. Permainan apapun yang kamu mainkan, kamu bermain permainan keberuntungan dengan sedikit skill untuk memperbesar kesempatan menarik uang taruhan.

Tapi, bersama kesempatan menang yang lebih besar, akan selalu ada kesempatan untuk kalah juga. Jadi, apakah judi sesuatu yang baik untuk kamu? Ini adalah beberapa sisi positif dan negatif dari perjudian.

menang judi dan lotere

Sisi Positif Perjudian

Hal pertama yang bisa membuat seseorang menikmati judi adalah adanya kemungkinan untuk memenangkan uang. Kita semua akan setuju dengan pernyataan ini karena mungkin ini adalah tujuan semua orang yang bermain judi.

Kamu akan lebih memilih uang 10 juta yang didapat dengan cara yang menyenangkan daripada uang dengan jumlah yang sama tapi dengan cara yang lama dan membosankan. Itulah yang ditawarkan judi pada para pemainnya. Uang yang dihasilkan bisa sama besar atau lebih besar namun dengan waktu yang lebih singkat dan cara yang lebih menyenangkan.

Kamu bisa memilih permainan judi yang kamu inginkan dengan cara yang kamu sukai. Kamu bisa atur sendiri jenis dan cara permainanmu. Jika kamu bosan dengan permainan hari ini, kamu bisa coba permainan lain besok dan hari berikutnya kamu bisa coba peruntunganmu di permainan sebelumnya.

Dan tidak seperti memulai pekerjaan, bermain judi jauh lebih mudah dilakukan. Kamu tidak membutuhkan tutorial resmi untuk bermain, hanya perlu melihat bagaimana orang lain bermain dan kamu sudah bisa ikut gabung di putaran berikutnya.

Kesimpulan:

  1. Semua orang punya kesempatan yang sama untuk menang.
  2. Akan menjadi sebuah pengalaman seru dan menyenangkan.
  3. Tidak butuh waktu lama untuk belajar dan mudah dilakukan.
  4. Kamu tidak akan bosan karena ada banyak jenis permainan.

dampak kecanduan judi

Sisi Negatif Perjudian

Sisi negatif judi yang pertama adalah kemungkinan untuk kalah. Sudah jelas, jika ada kemungkinan untuk menang, pastinya ada kemungkinan untuk kalah juga. Untuk beberapa jenis perjudian, faktanya sudah hampir dipastikan kamu akan kalah jika kamu bermain untuk waktu yang lama.

Seperti pepatah mengatakan, “pria sejati adalah pria yang tahu kapan waktunya berhenti berpesta.” Maka selalu ingat kapan kamu harus berhenti dan berkata cukup pada dirimu sendiri.

Di sisi lain, judi akan selalu dipandang negatif oleh masyarakat luas. Tidak mudah untuk memilih karir di jalur ini terutama jika kamu tinggal di negara yang melarang perjudian seperti Indonesia. Akan selalu ada tentangan dari orang sekitar yang membuat kamu akan sulit menikmati permainan ini.

Kekurangan dari judi yang terakhir dan bisa dikatakan terbesar adalah adanya kecenderungan untuk adiksi. Kecanduan akan judi akan menjadi masalah besar karena ini akan menghalangi logika sehatmu saat menentukan kapan waktunya untuk berhenti. Kecanduan judi bisa menyebabkan kerugian yang sangat besar terutama dari sisi ekonomi. Jika ini terjadi, carilah bantuan dan segera berhenti.

Kesimpulan:

  1. Kesempatan kalah yang sama besar dengan kesempatan menang.
  2. Sangat sulit untuk menang secara konsisten.
  3. Adanya stigma negatif dari masyarakat.
  4. Kecenderungan untuk menjadi adiksi.

Intinya, apapun yang kamu lakukan harus lah dilakukan dengan penuh tanggung jawab, termasuk dalam bermain judi. Begitu juga kehati-hatian dalam memilih situs atau agen judi. Selalu pilih situs judi terpercaya, seperti mahabet, untuk menjadi partner bermain kamu dan jangan pilih agen judi non-profesional lain karena itu hanya akan membuat kamu merugi.

Intip Seberapa Jauh Perbandingan Tarif Listrik di Negara ASEAN

Listrik memang jadi kebutuhan yang nggak bisa dilepasin dari kehidupan kita semua. Dari mulai mau tidur sampai bangun lagi, listrik punya pengaruh yang besar. Coba tengok, aktivitas apa di zaman sekarang yang nggak pakai listrik? Mungkin bisa dihitung oleh jari.

Dulu, saat Tarif Dasar Listrik (TDL) belum resmi dinaikkan oleh pemerintah, kita kurang mikirin berapa banyak uang yang harus dikeluarin tiap bulannya. Asalkan ada listrik, semua bakal mudah. Sekarang, saat TDL 900 VA resmi naik, pasti bakal mikir-mikir lagi kalau mau nyalain TV, mesin cuci, lampu belajar, dan lain-lain.

Kenaikan ini tentu bikin kita ngerasa kalau tarif listrik jadi mahal banget. Udah gitu, mau nyalain lampu lama jadi takut kalau tagihan listrik membengkak. Wah, kok jadi horor ya? Tapi, meski agak mahalan dikit, kalau dibandingkan dengan sederet negara di kawasan Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN, Indonesia tergolong ke barisan menengah lho!

tarif listrik di negara asean

Kira-kira kalau menengah itu masuknya mahal atau murah ya? Nah, biar lebih jelas lagi, ada bagusnya sekarang kita cermati satu per satu TDL negara yang tergabung dalam ASEAN.

  1. Indonesia dan Vietnam

Dari data yang ditulis oleh Kementerian ESDM pada minggu lalu, tarif listrik Indonesia untuk golongan rumah tangga tercatat sebesar US$11,03 sen per kWh (kilo Watt Hour).  Tapi kalau dibandingin dengan Vietnam, mereka 0,83% lebih tinggi atau setidaknya tarif pelanggan bisnis menengah di negara itu sebesar US$11,90 sen per kWh.

  1. Indonesia dan Malaysia

Malaysia bisa dibilang kedudukannya setara dengan Vietnam buat tarif pelanggan bisnis menengahnya. Jadi, tarif buat Indonesia masih di bawah kedua negara itu.

  1. Indonesia dan Singapura

Cuma melihat gimana infrastruktur dan gimana gaya hidup di Singapura dari TV, kita pasti bisa nebak gimana tarif tenaga Listrik mereka (TTL) mereka. Yups, buat pelanggan bisnis menengah mereka lebih tinggi daripada Indonesia, Vietnam, bahkan Malaysia sekali pun. Berbanding lurus, buat tarif tenaga listriknya mereka juga tinggi, yakni USS$15,99 sen per kWh, hampir aja mendekati angka 16 sen.

  1. Indonesia dan Filipina

Ternyata tarif tenaga listrik di Filipina juga cenderung tinggi banget. Ya, memang nggak lebih tinggi dibanding Singapura sih, tapi angka US$15.36 kan sudah lumayan buat mengungguli Indonesia.

  1. Indonesia dan Thailand

Banyak banget yang bilang kalau Thailand itu nggak beda sama Indonesia. Bahkan ada yang mengklaim kalau kehidupan dan apa aja di Thailand itu persis kayak Indonesia. Ibarat angka 11-12 gitu. Tapi, anggapan itu sepertinya harus dimentahin oleh fakta kalau tarif listrik mereka lebih mahal, yakni US$12,04 sen per kWh.

Dari yang disebutin itu belum masuk angka pelanggan bisnis besarnya lho guys.. Tahu nggak? Meski tarif listrik Indonesia diklaim lebih murah dibandingkan dengan negara di Asia Tenggara lainnya, dasar itu nggak bisa digunakan. Pertama, kita udah beda kebutuhan, tingkat penduduk, dan managing tenaga listrik dari pihak pemerintah. Jadi, meski mau dibilang murah atau menengah, cara pemerintah beserta jajaran PLN dalam memasok listrik ke seluruh pelosok di dalam negeri terhitung lebih penting.

Bukan cuma itu aja, tarif tenaga listrik yang sudah ditetapkan sejak Juli 2017 lalu bakal memasuki masa akhir, yaitu desember 2017. Setelah ini, kita belum tahu apakah TDL akan naik atau masih tetap di angka yang sama.