Milan Akui Kejar Morata Sejak Awal

Milan Akui Kejar Morata Sejak Awal

AC Milan berhasrat mengeluarkan Alvaro Morata dari Real Madrid. Morata rupanya sudah masuk dalam radar Milan sejak lama.

Pada awalnya, penyerang Spanyol itu dikabarkan akan bergabung dengan Manchester United. Namun, karena tidak adanya kesepakatan harga transfer maka kepindahan Morata pun gagal dan MU beralih menggaet Romelu Lukaku dari Everton.

Malin muncul menjadi alternatif bagi Morata setelah terang-terangan memperlihatkan minatnya belum lama ini. Akan tetapi, Rossoneri mengindikasikan bahwa transfer Morata hanya akan terjadi jika sesuai dengan ketentuan klub.

“Kami sudah memantau Morata sejak awal, dan dia menyatakan bersedia untuk pindah,” ungkap direktur olahraga Milan, Massimiliano Mirabelli kepada Premium Sport.

“Kemudian kerumitan muncul di antara final Liga Champions dan munculnya beberapa tim lain yang ikut meminati Morata sehingga semuanya teredam sejak saat itu. Itu (usaha mendatangkan Morata) bisa memanas lagi, tapi hanya dalam ketentuan kami.”

Selain Morata, Milan turut membidik striker Torino, Andrea Belotti, ataupun bomber Borussia Dortmund, Pierre-Emerick Aubameyang, untuk diboyong ke San Siro di musim panas ini. Mirabelli menegaskan bahwa El Toro sudah tahu bahwa Belotti sedang dimonitor klubnya.

“Kami minta maaf apabila Torino terganggu soal Belotti. Kami memang sedang mempertimbangkan beberapa striker dan kami sedang meminta informasi,” sambung Mirabelli.

“Saya sudah berbicara dengan Torino dan mereka tahu bahwa Milan sedang memonitor Belotti dan beberapa pemain lain. Kami bertindak sesuai integritas dan transparansi: memberi tahu klub sebelum berbicara kepada pemain.”

Rahasia Produktif Sumbang Gol dari Ramos

Rahasia Produktif Sumbang Gol dari Ramos

Sergio Ramos sangat sering menyumbang gol kepada Real Madrid kendati berposisi sebagai bek tengah. Dia mengungkapkan rahasia di balik produktivitas golnya yang tinggi.

Bersama RM musim lalu, Ramos sudah mencetak sebanyak 10 gol di semua ajang. Dia hanya berjarak satu gol lebih sedikit dari Isco dan James Rodriguez.

Beberapa gol Ramos tercipta di saat-saat penting seperti laga Piala Super Eropa saat melawan Sevilla. Satu golnya membantu El Real menang 3-2.

Ramos mengatakan bahwa dirinya bermain sebagai striker saat masih menjadi pesepakbola muda. Hal itulah yang membuatnya mempunyai insting gol yang tinggi dan merasa nyaman saat membantu penyerangan.

Bek berumur 31 tahun itu juga mengungkapkan faktor lain dan keuntungan dengan ketajamannya, terutama saat situasi bola mati.

“Ya. Aku selalu bermain sebagai seorang striker dan selalu meniru perayaan gol para striker seperti Ronaldo. Itu membuatku merasa nyaman saat situasi ofensif dan mungkin itu yang membuatku berskap berbeda dibandingkan dengan para pemain belakang yang pernah bermain seperti ini saat kecil,” kata Ramos.

“Kupikir Anda mendefinisikannya dengan baik. Itu merupakan sebuah kesatuan. Selain latihan, Anda juga harus mempunyai koneksi yang bagus dengan siapa saja yang mengirimkan umpan silang, apakah itu Toni Kroos, Luka Modric, atau James. Koordinasi dari bahasa tubuh menjadikan segalanya, ditambah dengan kekuatan fisik dan latihan, berjalan dengan baik.”

“Tak semuanya berakhir dengan efisiensi yang sama, tapi itu juga merupakan pertanda untuk terus bekerja. Orang tuaku selalu mengingatkanku mengenal hal itu, saat kami melakukan latihan di pantai. Pergerakan, pengamatan, sinkronisasi…semuanya.”

“Dalam beberapa tahun terakhir, memang benar bahwa mungkin dengan gol yang sudah dicetak, aku mendapatkan perhatian khusus. Tak wajar ada dua atau tiga pemain menjagaku. Tapi, itu merupakan keuntungan untuk tim karena aku menarik para pemain rival dan memudahkan pemain lain seperti Casemiro, yang mencetak gol melawan Barcelona, atau Pepe yang melakukannya saat laga melawan Barcelona. Kami semua mendapat keuntungan,” imbuhnya.

Buffon Enggan Banyak Komentar terkait Donnarumma

Buffon Enggan Banyak Komentar terkait DonnarummaSetelah ditelusuri Gianluigi Buffon mengaku sempat mengobrol dengan Juniornya di tim nasional Italia, Gianluigi Donnarumma, yang sedang mempertimbangkan masa depannya untuk perpanjangan kontrak dengan AC Milan.

Donnarumma sebelumnya menolak perpanjangan kontrak yang diajukan Milan. Hal itu membuat Milan dalam posisi sulit karena kontrak kiper 18 tahun tersebut hanya tersisa satu musim saja.

Donnarumma pun mendapatkan banyak kecaman terutama dari kelompok suporter Milan yang menilai dirinya ‘mata duitan’. Agen Donnarumma, Mino Raiola, juga mendapat banyak sorotan tajam yang diduga mempengaruhi si pemain.

Belakangan Donnarumma disebut-sebut mulai membuka kembali pintu negosiasi dengan Milan. Di saat yang bersamaan, isu transfer terus bergulir dengan Real Madrid dan juga Juventus yang dikabarkan terus memantau situasinya.

Untuk Juventus, Donnarumma memang sudah dikaitkan dengan mereka sejak beberapa waktu lalu. Dia digadang-gadang akan menjadi penerus Buffon, kiper Juventus sekaligus timnas Italia.

Buffon pribadi mengaku sempat berbincang singkat dengan juniornya tersebut, tapi menolak disebut memberikan saran.

“Saya tidak memberikan saran, karena saya selalu punya kesalahan-kesalahan saya sendiri dan hanya akan menambah kekacauan ke situasi yang ada saja,” kata Buffon.

“Tapi saya memang sempat berbincang-bincang sedikit selama 15 menit dengan Gigio. Saya tak bisa bilang apa yang kami bahas.”

“Saya tak tahu apakah dia akan bertahan di Milan. Saya cuma bilang ke dia untuk melakukan apa yang membuatnya bahagia,” tambahnya.